10 July 2016

Tips berkunjung ke pedalaman Kalimantan

            Berkunjung / ngetrip ke pedalaman Kalimantan , bagi kalian yang senang tantangan atau  yang sudah biasa ngetrip ke pedalaman Kalimantan atau ente anak pedalaman Kalimantan yang merantau ke kota dan sekarang nyasar ke blog ane ,,, melihat judulnya aja mungkin kalian udah ngerasa biasa.
Tapi buat sobat kita yang penasaran dengan kehidupan , adat budaya orang pedalaman kalimantan atau sobat yang belum pernah menginjakkan kaki ke kalimantan dan berencana ngetrip ke pedalaman kalimantan , mungkin postingan ane kali ini bisa sedikit bermanfaat.




Sebenarnya sih nggak ada yang istimewah atau ada syarat berat jika sobat petualang berkunjung ke pedalaman Kalimantan , pasti ente udah pada tau lah istilah Dimana ada gundukkan pasir pasti ada sebongkah taik kucing . . . Cius amat cih , hehehe ...

Maksud ane Dimana bumi di pijak , disitu langit di junjung. Intinya Sopan , ramah , hormat dan lain - lain yang ane yakin sobat petualang udah pada tau. Cuma gitu aja Jar , , ,
Sabar ngok ,,,

Tapi di postingan ini ane mau bagi sedikit tips tambahan jika sobat mau ngetrip di pedalaman kalimantan. Sesuai pengamalan , eh pengamanan ,aduh salah lagi maksudnya Pengalaman ane yang pernah ngetrip di pedalaman kalimantan.

Di pedalaman Kalimantan mayoritas di huni oleh suku dayak. Bicara soal suku dayak masih banyak orang yang beranggapan bahwa suku dayak masih primitif dan suka makan orang, garang dll. Hello ... Please deh , zaman udah berubah bro , tulisan yang sedang kalian baca ini aja berasal dari pemikiran orang DAYAK. Jadi buat kalian yang berpikir aneh - aneh tentang suku dayak ane saranin STOP ... JANGAN TIPU - TIPU. Kita ini sama , sama - sama makan nasi walau laoknya beda , satu Bangsa satu Nusa , oke ... lanjuuut

Suku dayak masih kuat memegang adat istiadat dan budaya dari nenek moyang , maka tak heran alam kalimantan masih terjaga kelestariannya.
Nah kita langsung aja pada intinya .... Bentar - bentar , intinya apaan ya , ane lupa ... Hhuuuuuuu

Tips berkunjung di pedalaman Kalimantan

1. ) Minta Izin


          Kalau kita berkunjung sudah pasti harus lapor dulu dengan orang yang bersangkutan di daerah itu , izin dulu. (sangkut dimana orang tu bro ,,, di pohon ya) maksudnya RT atau ketua adat / Tumenggung ngok ,,,
Pernah tu kejadian , waktu tim 100 hari keliling indonesia yang hostnya Ramon tungka explore Taman Nasional Betung Keruhun kena adat karna tak minta izin penduduk setempat padahal tim udah minta izin sama pihak Taman Nasional Betung Keruhu. Ane juga pernah tuh hampir kena adat waktu ngetrip , panjang ceritanya waktu itu sih musim gawat sobat bisa membacanya disini

2.) Mengetahui dan Memahami adat istiadat suku dayak

         Karna suku dayak itu masih kuat sekali memegang Adat istiadat , kita harus tau adat istiadat apa yang wajib kita ketahui demi kelancaran ngetrip kita. Memahami adat dayak ... yang bener aja loe bro !!!   Ane nggak minta ente hafalin atau harus tau semua adat dayak, secara ni ya adat dayak buanyak sekali, lain sub - suku dayaknya maka lain juga adat istiadatnya walaupun banyak kemiripannya.
Lalu gimana dong ... ???  menurut ane sobat setidaknya mengetahui dan memahami sedikit adat suku dayak agar ngetrip sobat berkesan. Salah satunya adat Pantang , Adat Pantang ialah dimana suatu wilayah / kampung melakukan pantangan , dimana penduduknya nggak boleh keluar wilayah kampung dan orang luar kampung nggak boleh masuk ke wilayah kampung yang berpantang. Adat berpantang ane bagi 2 jenis saja ya ;



~ Adat Pantang sebelum Berladang (Tanam Padi)

Biasanya adat ini dilaksanakan sebelum memulai menanam padi. Setelah upacara Nyangahatn , keesokan harinya akan digelar adat Pantangan dimana orang kampung yang menggelar adat pantangan nggak boleh keluar kampung / melewati batas kampung. Begitu pula sebaliknya orang yang berada diluar kampung tidak boleh memasuki kampung yang berpantang. Adat ini dilakukan agar hasil panen mereka berhasil. Kalau dilanggar maka hasil panen atau kampung itu akan mengalami malapetaka. Makanya kalau ada orang yang melanggar maka akan dikenakan sanksi hukuman adat sesuai adat kampung itu sendiri. Nama adat ini pun beraneka Ragam , kalau dayak Khanayan namanya : Ba Lala' .
Khusus dayak khanayan (ba'ngahe) yang pernah ane saksikan melanggar adat maka mereka akan dihadapkan dengan tumenggung. Tumenggung akan menawarkan 2 opsi. Opsi pertama akan ditawarkan menyirih dimana hasil kunyahan nyirih (air liur berwarna merah hasil nyirih) di ludahkan di tanah atau sekitar sawah. maksudnya agar panen tidak gagal.
Opsi kedua ikut ritual adat (berbayar, dimana hasil uangnya akan dibelikan barang atau benda untuk melengkapi adat nyangahatn )
Mau ente kena adat ??? ane sih ogah ah ...

Untuk mengetahui adat pantangan sedang berlangsung dapat dikenali dengan melihat tanda di batas kampung. Mereka memasang tanda seperti tumpakng gapura dll. isinya terdiri dari beras kuning , seperangkat alat nyirih , tembakau , telur rebus sebelah , dll. Mencolok ko' tanda yang dipasang jadi orang awam pun akan paham jika melihatnya. Sobat juga bisa bertanya pada orang - orang sebelum memasuki wilayah perkampungan , apakah sedang ada adat berpantang yang sedang akan digelar didaerah yang sobat ingin kunjungi. malu bertanya sesat dineraka.

~ Adat Pantang Orang Meninggal

Adat ini dilaksanakan ya pada saat orang meninggal lah. Hampir sama dengan adat pantangan bertani diatas , baik orang kampung itu atau ada orang luar berada di kampung itu saat sedang berpantang nggak boleh keluar (lamanya bervariasi bisa 3 hari , seminggu , atau sebulan tergantung siapa yang meninggal) Begitu pula dengan orang yang ada diluar nggak boleh masuk ke kampung yang sedang berpantang. Kalau masih dilanggar maka akan dikenakan hukuman pancung kepala .... hahahahha ane cuma bercanda sob, jangan melotot gitu lah. kalau melanggar akan dikenakan sanksi hukuman adat.
Adat ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan terakhir untuk yang meninggal. Betapa tingginya rasa toleransi suku dayak terhadap sesamanya , siapa yang berani bilang orang dayak nggak ada rasa toleransi ayooo ???

Nah supaya ngetrip sobat lancar alangkah baiknya sobat mengetahui Adat pantangan ini. Caranya sebelum memasuki suatu wilayah pedalaman kalimantan , sobat bertanya dulu dengan orang yang kalian jumpai dalam perjalanan : Pak / Ibu disini ada orang yang meninggal nggak ya ? Kalau tu orang jawab ada , mendingan ente mundur teratur saja dan memilih tempat lain saja , kalimantan kan luas sob. Kalau orang itu jawab oh ,,, nggak ada orang yang meninggal disini , sobat boleh melanjutkan perjalanan. jangan ngerasa nggak enak bertanya sesuai contoh diatas , disini / pedalaman kalimantan, orang udah paham dengan pertanyaan ini jadi sobat jangan sungkan bertanya sesuai arahan ane diatas ya, itu sesuai pengalaman ane juga kok.

3. Jangan banyak menolak pemberian orang Dayak

         Dan tips terakhir dari ane sebaiknya jika sobat berkunjung ke pedalaman kalimantan jangan banyak menolak pemberian orang dayak secara kasar atau gimanaaa gitu ...
Mereka akan merasa tersinggung jika kita kebanyakan nolak pemberian mereka. KECUALI MEREKA MEMBERIKAN MAKANAN HARAM (Untuk sobat yang beragama Islam). Tolak saja dengan lembut dan jelaskan bahwa makanan itu tidak boleh menurut ajaran agama sobat , mereka ngerti kok ,,, tenang aja.
Ane sih paling demen kalau ngetrip ke pedalaman, pergi kosong pulang penuh. Mereka baik - baik hatinya , kalau kita pulang di kasik oleh - oleh, biasa ane di kasik buah , sayur , sampai beras gunung yang terkenal enak dan wangi. Terutama beras asal sanggup bawa pulang jak berkarung - karung mereka iklas kasik.

        Nah itu lah sedikit tips yang bisa ane sampaikan sesuai apa yang pernah ane alami selama ngetrip ke pedalaman kalimantan. Kalaulah ada penambahan mungkin dilain waktu saja, ane nggak main kalau harus copas tulisan orang demi sempurnanya blog ane.
kalau sobat ada tambahan boleh juga corat - coret di kolom komentar dibawah ini. Ane tunggu ya ...

Salam Budaya

Salam Adventure

10 komentar:

  1. ane pngn coba kesana tpi kejauhan :3

    ReplyDelete
    Replies
    1. ehehehee ... kali aja , sapa tau , entah kapan ente ke kalimantan siapa yang tau.

      Delete
  2. thank you sharing nya gan... ane banyak gak tau ttg pantangan-pantangan di atas

    ReplyDelete
  3. sama - sama kawan. kapan - kapan main ke kalimantan ya

    ReplyDelete
  4. Belum pernah ke kalimantan baru ke Kalinyamatan :(

    salam www.travellingaddict.com

    ReplyDelete
  5. wah pengetahuan baru, thanks infonya gan meskipun gak pernah main kesana :D hehe

    ReplyDelete
  6. situ dayak apa bro dan tinggal di daerah mana

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ane Sub suku Dayak Behe yang masih masuk golongan Dayak Khanayatn, mencakup daerah Kab. Landak, sebagian kab. Kuburaya dan kab. Mempawah - KALBAR. Asal usul ane : asal dri Bapak usul dari mamak. Kalau tinggal ... sekarang tinggal di Pontianak.
      Lengkapkan, salam kenal sob

      Delete