28 June 2016

Cara menghindari ular berbisa / beracun

        Apa kabar sobat petualang , apakah masih ada udara keluar masuk di hidung mu ... ? syukurlah kalau masih. Postingan kali ini ane mau share sedikit pengalaman dan tips cara menghindari ular berbisa / beracun.




Karna saya suka adventure di alam bebas, sering sekali saya bertemu dengan ular baik ular tak berbisa sampai ular yang berbisa , bahkan ular yang bergulung di daun pisang pun pernah ane jumpai (itu ulat bengek). Sudah menjadi rahasia umum kalau Pulau Kalimantan adalah salah satu daratan di muka bumi ini yang memiliki spesies ular terbanyak. Maklum saja karna Kalimantan beriklim tropis / lembab dan itu adalah kesukaan ular.

Sewaktu ekspedisi di hutan terkadang juga kalau stamina masih fit, ketemu ular ... mau bisa atau nggak tu ular , biasanya ane eksekusi untuk makan malam dengan catatan bekal sold out. Jadi mau tak mau apa yang dijumpai di hutan sedapat mungkin bisa di makan dan menghasilkan kalori. Pernah sekali makan ular sendok alias kobra rasanya tak enak (maklum tak pakai bumbu), banyak tulangnya daripada daging, mungkin banyak dosa ni kobra. Buang - buang waktu saja mengolahnya, mana berjibaku taruhan nyawa lagi. 

Berangkat dari serangkaian pengalamanku itu ada baiknya ane share tentang cara menghindari ular berbisa. Walaupun ane sering bertemu ular dan memakannya bukan berarti ane berani sama ular, iiiiiiii ...sereeemmm , sempat di patuk ular di tengah hutan rawannnn brooo. Keseringan sih ane kaburrr kalau bertemu dengan ular berbisa , beda hal kalau ane lapar , biar gimana pun siklus rantai makanan harus terjadi dimana saya / manusia adalah puncak rantai makanan.

Ada mitos yang beredar di indomaret yang harganya lebih murah 200 perak dibanding beli di alfamart ... Itu mentos ngok ,, bukan mitos. Oh iya ... ya, sory bro
Mitos yang beredar dimasyarakat umum yaitu cara menangkal ular dengan menaburi garam. Ane nggak percaya ah kalau ular takut dengan garam , Emangnya bekicot ditaburi garam langsung lumer. Ini ular sob bukan bekicot. Yang ane percaya ular akan terasa enak kalau ditaburi garam dan bumbu dapur lainnya , apalagi kalau masak pedas , buuueeeehhhh ... sedaaap

Versi saya menghindari Ular berbisa

Secara ni ya ... Ular itu mencium dengan lidahnya (lantas hidungnya untuk apa ya ? Au ah...) dan ular paling nggak suka dengan barang yang berbau tajam seperti kapur barus , racun semprot serangga , cairan pembersih lantai , bayclin , parfum dll pokoknya bahan kimia yang baunya menyengat. Pakai ijuk juga bisa , karna permukaan ijuk yang kasar membuat ular enggan melintasinya.

Mungkin kulit ular yang bersisik dan licin membuat dia baper kalau merayap di ijuk. Duh kulit gue bisa rusak ni gara - gara ijuk brengsek , sapa sich yang narohhh ijuk disini nich ne' ...

Nah kalau sobat berkemah di alam liar letakkan aja kapur barus di sudut tenda sobat. Atau Bekal semprot racun serangga, ente semprot deh daerah sekitar tenda agar si ular nggak datang.
Atau sobat semprot aja parfum ke arah ular kalau berpapasan atau terdesak karna ular. Dijamin ular akan kabur dan nggak bakalan datang lagi.

Kabar gembira Buat ente yang bau ketek , karna mungkin sensor ular akan kacau ketika mengendus tubuh ente dan ente pun terhindar dari bahaya (tapi untuk cara yang satu ini ane nggak jamin 100 persen karna kaki ente belum tentu bau ketek , mungkin bau ikan asin dan ular suka bau ikan asin) dan bukan hanya ular yang kabur, sohib ente pun akan kabur tunggang langgang balek kampong ketika mencium semerbak bau ketek lu ... Hahahaha.

Buat sobat yang sedang camping api sangat berguna bagi ente , selain bisa untuk aktivitas masak memasak api unggun sobat juga berguna sebagai sinyal pertahanan karna binatang buas termasuk ular takut dengan yang namanya api.

Nah kalau kondisi sobat benar - benar terdesak oleh si ular dan parahnya lagi ente nggak ada persiapan senjata ... Ane saranin ente agar sedapat mungkin bersikap tenang karna sensor / lidah ular -dapat mencium bau mangsa melalui kepanikan kita.

Perhatikan posisi ente ketika berhadapan dengan ular yang siap menyerang karna ini penting. Posisikan tubuh ente berhadapan langsung dengan ular yang mungkin posisinya berdiri dan lehernya ngembang (tatap muka dan jaraknya minimal 1,5 meter) ... Jangan menyamping dan jangan takut karna mata ular disamping , dia nggak jelas kalau lihat mangsa di depannya.

Perhatikan gerakkan ular , biasanya dia berusaha memposisikan tubuh / kepalanya menyampingi mangsa biar dia dapat melihat. Kalau sudah begitu Imbangi gerakan ular.
Setelah itu dengan perlahan - lahan ambil tindakan mundur setapak demi setak. Kalau terasa sudah aman ente boleh ambil langkah seribu trus nangis tersedu - sedu dan pulang ngadu sama emak bapak lu karna ente sempat di rayu ular , hehehe.

      Nah , itu lah sedikit tips dari saya. Semoga apa yang saya sampaikan boleh bermanfaat bagi sobat petualang.

Salam Adventure

Salam Survival

6 komentar:

  1. Hihi klo aku mah kabur langsung :v

    ReplyDelete
  2. Hahaha ... Jangan lupa ngadu ke emak ente sob

    ReplyDelete
  3. yang paling mahal sech alfa midi lho, tapi mending ke carefour aja

    ReplyDelete
    Replies
    1. Huaa hahaha , iye keh bro... Nantilah ane cek tapi ... Bodo amat ah ...

      Delete
    2. Huaa hahaha , iye keh bro... Nantilah ane cek tapi ... Bodo amat ah ...

      Delete