27 May 2016

CARA MEMBUAT PERANGKAP TUPAI / BANTEL ( Teknik Survival )

Halo sobat petualang apa kabarmu disana ? apakah lagi sekarat ... saya kira tidak karna mana ada orang skarat sempat - sempatnya mengunjungi blog kece ini. semoga kalian dalam keadaan suka cita melimpah.
Di kesempatan yang berbahagia kali ini saya akan berbagi tips survival buat kamu. saya akan berbagi cara membuat perangkap tradisional yang bernama BANTEL.

Perangkap/Bantel yang akan saya ulas adalah perangkap menangkap tupai atau tikus hutan atau musang atau hewan yang lagi apes.
Langsung saja kita mulai dan saya harap sobat petualang fokus agar dapat mencerna petunjuk demi petunjuk yang akan saya urai berai dibawah ini (scrole ke bawah ... jangan alihkan blog ini untuk sekedar memeriksa FB , Twiter atau yang lainnya agar kamu fokus Oke)

Pertama - tama cuci tanganmu sebelum makan , lho kok cuci tangan ... sory mayori sob ane kurang fokus, oke kita serius sekarang
serius serius sekarang saya serius walaupun saya lebih suka Tipe x daripada serius, secara serius band kan sudah bubar .@.^.@. ampun sob kita serius sekarang, maklumlah Petualang juga manusia ... punya rasa punya hati ... jangan samakan dengan ... blog tetangga ... (awas kalau ngawur lagi, gue close ni blog) ... jangan merajok lah, pendek tongkeng kau ni

Pelototin nih

Langkah Pertama
karna perangkap kali ini menggunakan bambu ya langkah pertamanya cari bambu dulu lah, cari bambu ukuran sedang, tebang sebatang dan potong bambu tadi sepanjang 2 atau 3 meter (up2u) dan siapkan pula 1 dahan yang cukup kuat serta lentik sebagai dahan penariknya, dan jangan lupa tali temali (cukup 2 aja) --> lihat video




video


Langkah ke 2
Buat lobang di dua sisi berbentuk segi empat pada bambu (lihat gambar)


lobang segi empat

Langkah ke 3
Buat lobang kecil di dua sisi di dekat lobang segi empat tadi (lihat gambar)


lobang kecil

Langkah ke 4
pada ujung bambu yang lain (ujung bambu yang belum di apa-apain) Kamu buat lobang pas - pas untuk menancapkan dahan penarik, ini bermaksud untuk menancapkan dahan penarik yang sudah di siapkan pada langkah pertama


lobang untuk dahan penarik


langkah ke 5
Ikat kan tali pertama pada ujung dahan penarik dan pada ujung tali tambahkan/ikatkan ranting kecil (ranting kecil nanti akan di gunakan untuk mengait umpan). ranting kecil ini pula berperan sebagai pemicu tarikan perangkap


atur kekencangan tali

langkah ke 6
ikat lagi tali kedua pada dahan penarik (bukan di ujung dahan penarik) ikat tepat dibawah ujung tali yang terikat kurang lebih jaraknya 20cm. (bingung ? lihat gambar dengan saksama)
ujung tali masukkan kedalam lobang kecil yang berada di dekat lobang segi empat dan membentuk bulatan (maksudnya untuk menjepit mangsa/target buruan ketika pemicu tertarik oleh dahan penarik) dan simpul ujung tali agar tali tertahan di lobang kecil




pada saat itu tali tidak ada dan saya menggunakan rotan sebagai penggantinya



contoh bantel yang siap di operasikan


Perangkap Tupai / Bantel selesai dan siap di operasikan. Setelah Bantel dipasang jangan lupa kaitkan umpan pada ranting kecil, waktu itu saya menggunakan umpan buah kelapa sawit mengingat buah kelapa sawit bercorak orange terang dan menggoda tupai. sobat juga bisa mengganti umpan dengan jagung, ubi , pisang , uang batu akik , uang kertas 100 ribu , atau $1 kalau tupainya bule' dll yang penting tupai doyan.




Ada baiknya perangkap ini di pasang di rumpun bambu/diselipkan sebagai strategi kamuflase perangkap itu sndiri (lihat gambar)
Buat lebih dari satu agar buruan beroleh hasil yang memuaskan





Pada saat saya mendokumentasi Perangkap/bantel ini hasil buruan saya ZONK alias mendapatkan Tikus hutan. namun sebelum mendokumentasikan, tepatnya beberapa hari sebelumnya saya berhasil mendapatkan 3 bahkan 7 tupai sekaligus hanya dalam tempo setengah hari dengan memasang 8 bantel sekaligus.
Lagian tikus hutan dagingnya juga empuk kok kalau di panggang, yang membedakan hanya bau daging panggangnya saja ... lebih harum daging tupai panggang daripada tikus hutan.




nah, semoga tips yang saya postingkan kali ini boleh bermanfaat bagi sobat petualang sekalian.

Oh iya, saya hampir ke forget an menyampaikan pesan penting

PERHATIAN : segala macam bentuk penyalah gunaan perangkap yang saya sampaikan diatas seperti : kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), penipuan, pencurian , perampokan , pemerkosaan, pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur atau diatas umur, dll ... ITU BUKAN TANGGUNG JAWAB SAYA. Faham ente !!!

Baca juga ini : " cara masak mi instan tanpa wadah "

Jangan forget ... tinggalkan jejak berupa saran dan bacot mu di kolom komentar tepat dibawah postingan ini.

Akhir kata ...

SALAM ADVENTURE

SALAM SURVIVAL

13 comments:

  1. boleh juga ni jebakannya, lain kali coba ah
    Top mas postingannya walau agak gila tulisannya hehehe

    ReplyDelete
  2. hehehe ... thank atas kunjungannya, boleh aja di coba asalkan jangan sering2 nanti tupainya punah hihohiho

    ReplyDelete
  3. Jebakan tupai tapi kok yg ketangkap tikus semua.... hahahaha

    ReplyDelete
  4. Kalau ente fokus bacanya pasti paham sob. Pas lagi demo buat nih perangkap ane dapat Zonk sob alias Tikus. Ya ... ya ... terkadang rencana tak sesuai dengan kenyataan

    ReplyDelete
  5. saya ga bisa liat video nya gan mau nanya itu terperangkap sehat waalfiat atau mati ya gan?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sory baru balas, kmarin2 lagi di pedalaman. Itu perangkapnya lebih sering dapat mangsa dalam keadaan skarat atau mati. Kalau mau hidup2, biasanya ane pakai perangkap tikus tapi di modifikasi sdikit agar tupainya ketipu, hihihihi

      Delete
  6. Untuk pemicunya gan, dahan penarik lebih rincinya gmn ya? Kan kalo dahan yg kita tarik kebawah otomatis kalo dilepas itu akan melesat keatas kan? Atau hanya dahan saja dgn pemberat batu atw gmn sih? Hahaha mohon pencerahannya Gan.. nuhunnnn

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sory lama balas, kemarin2 susah sinyal krna ane lagi di pedalaman.
      Jadi gini DAHAN PENARIK akan melesat jika PEMICUnya (yg dipasang buah sawit) ditarik mangsa. Agan mungkin bingung kenapa si mangsa bisa terjepit DAHAN PENARIK yang di beri TALI ! PERHATIKAN ujung tali (yang ada lubang kecil segi empat itu loh). Ujung tali itu ane masukin ke dalam bambu dan ane SIMPUL lebih besar dari pada lubang kecil yg ane buat itu. Atau ikat dengan ranting jg bisa.
      Fungsinya : agar ketika PEMICU bereaksi maka DAHAN PENARIK akan melesat kebawah. Bersamaan dengan itu tali berbentuk bulat akan menjepit mangsa. Lantas apa tugas ujung tali yg ane simpul ?
      Tugasnya ya untuk menahan tali TETAP KENCANG MENCENGKRAM.

      Kalau ujung tali tidak di simpul atau di ikat ranting bagaimana ?
      Ya sia - sia aja.
      Karna jika pemicu bereaksi, dahan penarik melesat _ ya talinya tidak mencengkram alias cuma mengelus bulu mangsa aja.

      Semoga faham.
      Tapi pada intinya ketika kita praktek maka kita sendiri pasti akan paham. Teori tanpa praktek rumit sob.

      Salam Survival

      Delete
  7. Ane paham gan, cuma itu dahan bisa melesat kebawah harus ada pemberat dong? Kalo ane praktek, dahan itu kan banyaknya ngarah ke atas, kalo ditarik ke bawah ya melesatnya ke atas. Yg saya mau tanya adalah itu gmn supaya pemicu dahan penarik ko bisa melesatnya kebawah sih? Paham gak ? Haha kalo prinsip yg pemicu bereaksi maka dahan penarik akan melesat saya paham gan. Haha sorry kalo musingin wkwkwkw

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ahaaaa ... begini (lihat gambar lobang utk dahan penarik, yg 2 gambar di jadiin 1)
      Itu lobang pertama utk TUMPUAN DAHAN PENARIK. makanya DAHAN PENARIK bisa melesat karna dahan penarik di lentik kan. Emang betul kalau melihat gambar posisinya seolah2 di atas / melesat ke atas. Tapi sejatinya posisinya di bawah makanya melesat ke bawah. Hanya pada gambar posisinya kebalik.

      Senang bisa berdiskusi dgn ente, Makasih

      Delete
    2. Hahaha ane paham.. kemaren2, cuma liat video doang karena gambar2 proses dari awal gak muncul (maklum buka via mobile heheh) dan sekarang tumben gambarnya muncul, oke2 ane paham tadinya kirain tu dahan emang dahan yg masih idup kemudian digunain eh ternyata dahannya udah dipotong dipelenting wkwkwkw oke thanks gan atas pencerahannya, waktunya utk berburu (gaya kek yg mau dapet) hahahaha salam gan ane dari Purwakarta, jawabarat. Thanks ilmunya, see u~

      Delete
    3. Iya sob makasih udah mampir di blog ane. Salam kenal juga dari ane anak Kalimantan Barat.
      Selamat mencoba dan semoga berhasil

      Delete