30 April 2016

Impianku Untuk Pontianak

      Pontianak , dulu ketika orang mendengar kata Pontianak yang terlintas di benak mereka adalah sesosok wanita cantik yang suka bersantai di atas pohon alias Kuntilanak , aaaauuuuuuuuu … iiiii sereeem.Tapi itu dulu sob, sekarang ketika mendengar Kata Pontianak banyak orang akan menggelengkan kepalanya karna kagum melihat peradaban yang sudah maju. Baik infrastrukturnya, SDM ( Sumber Daya Manusia ) nya, Gedung – gedungnya, dll. Saya sebagai warga Pontianak dan masuk nominasi cowok jelek tapi tampan nomor lima di Pontianak hehehe, bangga menjadi bagian dari saksi majunya ibu kota Kalimantan Barat ini. Jika kita perhatikan dari tahun ketahun Kota Pontianak semakin maju dan informatif. Tapi dasar manusia tidak ada puasnya, Kalau di tanya tentang kemajuan suatu wilayah pasti jawabannya selalu tertinggal (gak semua sih). Padahal jika di bandingkan di tahun yang lalu – lalu, anggap saja di tahun 90an, Pontianak belum ada yang namanya Mall sebagai ajang cuci mata. Paling banter ke Taman Alun Kapuas / korem yang banyak bencongnya pada saat itu. Atau pasar tradisional yang dulu kesannya becek dan bau kini menjadi nyaman dikunjungi ketika berbelanja karna sudah tertata rapi, walau tetap saja bau (namanya juga pasar sob) contohnya seperti Pasar Flamboyan, pasar puring dan lain – lain. Tidak ada kota yang sempurna bagi manusia di Bumi ini, masing – masing kota punya PR untuk berbenah. Oleh sebab itu bersyukurlah kita yang tinggal di Pontianak.

            Ngomong – ngomong tentang Pontianak yang suka macet setiap pagi dan sore (jam kerja) ,tepatnya di daerah Jembatan Kapuas dan jembatan Landak. Saya cuma bisa berdoa agar setiap elemen bersatu memecahkan masalah ini (macet =  kendaraan). Memang bukan hanya Pontianak saja yang mempunyai masalah ini, hampir setiap kota di Indonesia mengalami macet. Bersyukur kita tidak macet seperti Jakarta, tapi tetap saja kita orang Pontianak risau jika terjebak macet (termasuk kame’). Saya jadi mempunyai impian agar Pontianak tidak macet, ya … setidaknya mengurangi kemacetanlah sehingga Kota Pontianak Menjadi Kota Impian. Salah satu upayanya adalah dengan membangun/menambah jembatan agar kemacetan dapat terurai. Memang ide membangun jembatan sudah pernah di beritakan (ide jembatan Kapuas 3 dan jembatan Pararel di sungai Landak) dan saya sangat mendukung pembangunan ini. Saya hanya berharap pembangunan ini di percepat sehingga warga Pontianak dan diluar Pontianak dapat merasakan manfaatnya, Ini juga dapat mendongkrak perekonomian KalBar khususnya Kota Pontianak sehingga Perekonomian kita menjadi lebih baik. Apalagi Jembatan Landak yang menghubungkan Pontianak timur dan Pontianak Utara ini sudah berusia tua dan hanya satu – satunya. Bayangkan jika terjadi sesuatu pada jembatan landak ini (rusak, roboh, dll) tentunya sangat mengganggu, bahkan perekonomian Kalbar bisa pincang dan macet. Maklum saja terjadi demikian karna jantung perekonomian KalBar berada di kota Pontianak. Yang dari hulu tentu susah kalau akses jembatan landak terputus. Oleh sebab itu semoga impian saya dan Masyarakat Pontianak dapat menjadi kenyataan.
  


         Dan kalau boleh saya berbagi impian lagi, impian saya yang kedua adalah di kota Pontianak mempunyai waterfront atau wisata sungai seperti venesia yang ada di Italia. Modal utama sebenarnya kita sudah punya mengingat sungai Kapuas yang membelah kota Pontianak bermuara pula di Pontianak. Selain itu sudah kita ketahui sungai Kapuas adalah sungai terpanjang di Indonesia. Sangat di sayangkan jika sungai Kapuas yang bernilai “mahal” tidak bisa di maksimalkan menjadi salah satu andalan wisata di kota Pontianak selain Tugu khatulistiwa.



         Memang semua itu tak semudah membalikkan telapak tangan, namun asalkan ada kemauan yang bulat dan kuat tak ada yang mustahil … betul atau benar Pek !!??
Semoga apa yang saya tuliskan hari ini kelak bisa terwujud sehingga Kota Pontianak menjadi kota impian bagi setiap orang yang datang ke Pontianak.

Tulisan ini di ikutsertakan dalam "Lomba Blog Lokal Komunitas Blogger Pontianak 2016"





0 komentar

Post a Comment